I Have A DREAM.... setiap pribadi yang bertanggung jawab pasti memiliki mimpi. Dan konon seseorang bisa mendapatkan sesuatu yang berarti dalam hidupnya karena orang itu memiliki mimpi besar. Tapi mimpi akan hanya jadi bunga tidur seperti banyak orang bilang juga, jika kita tidak memahami arah kompas jalan meraih mimpi itu dengan benar.
Dan mengawal mimpi itu butuh bodyguard yang berdedikasi tinggi lho, ini pasti bayarannya mahal ya ? jawabannya : BISA JADI.... BISA JADI , sebab pengawalnya adalah diri kita sendiri, dan ini yang membutuhkan effort besar banget.... dimana nilainya sangat tak terhingga sebab tidak bisa dikalkulasi dengan Angka, siapa sich yang mau membayar ?
ya diri kita sendiri dong.
So untuk menggapai MIMPI itu harus Do something with persistence and consistency, strong & believed TUHAN akan selalu memberikan hasil yang terbaik bagi hamba-NYA yang tekun dan sungguh-sungguh.
I believe in angels
something good in everything I see .......
I believe in angels when I know the time is right for me
I'll cross the stream...... I HAVE A DREAM
Sabtu, 31 Agustus 2013
Jumat, 30 Agustus 2013
MERINDU TERASA BILA JAUH
Membiasakan diri untuk membuat kebiasaan baru memang cukup alot negosiasinya dengan diri sendiri, hanya perkara konsistensi saja musti terbentur dengan tertekan akhirnya " PERANG " terjadi bergejolak dalam diri. Bak menghadapi kudeta yang amat sangat menguras energy besar dan effort yang tinggi.
Inilah yang menjadikan landasan apakah kebiasaan baru itu akan berhasil menjadikan diri ini Be better, Be bigger and Be higher. Banyak Orang bilang " hal yang paling berat adalah peperangan melawan diri sendiri ", Bener juga sich sukses dan tidaknya kita tergantung bagaimana kita sendiri, bukan orang lain atau external effect. Begitu juga rasa yang kadang menghantui ..... sebetulnya itu hanya permainan tombol saklar yang bisa kapan saja secara otomatis kita on offkan dengan mudah atau susah.
3 minggu sejak akhir Ramadhan nyaris kami selalu ngumpul bersama sekeluarga, sampai akhirnya minggu ini kami agak kaget karena suamiku sudah harus terbang-terbang lagi dengan jadwal yang padat week to week. bukan saja hitungan jam kami harus terpisahkan oleh jarak dan waktu yang tidak membuat kami nyaman, namun menghitung hari juga yang selalu kami nyanyikan untuk menghibur diri. walaupun secara teknologi kami tetap bisa menjaga komunikasi yang konstruktif satu sama lain, tapi rasanya lain.
Memang MERINDU ITU TERASA BILA " JAUH DI MATA " walopun DEKET DI HATI
Inilah yang menjadikan landasan apakah kebiasaan baru itu akan berhasil menjadikan diri ini Be better, Be bigger and Be higher. Banyak Orang bilang " hal yang paling berat adalah peperangan melawan diri sendiri ", Bener juga sich sukses dan tidaknya kita tergantung bagaimana kita sendiri, bukan orang lain atau external effect. Begitu juga rasa yang kadang menghantui ..... sebetulnya itu hanya permainan tombol saklar yang bisa kapan saja secara otomatis kita on offkan dengan mudah atau susah.
3 minggu sejak akhir Ramadhan nyaris kami selalu ngumpul bersama sekeluarga, sampai akhirnya minggu ini kami agak kaget karena suamiku sudah harus terbang-terbang lagi dengan jadwal yang padat week to week. bukan saja hitungan jam kami harus terpisahkan oleh jarak dan waktu yang tidak membuat kami nyaman, namun menghitung hari juga yang selalu kami nyanyikan untuk menghibur diri. walaupun secara teknologi kami tetap bisa menjaga komunikasi yang konstruktif satu sama lain, tapi rasanya lain.
Memang MERINDU ITU TERASA BILA " JAUH DI MATA " walopun DEKET DI HATI
Kamis, 29 Agustus 2013
SELF QUANTUM
Hai.... sobat, beragam kejadian selalu membuat kita mendapat sampur kesempatan untuk belajar hal baru dari kejadian itu. Dan setiap masalah yang datang bukanlah musibah yang sedang menghampiri karena sebetulnya masalah itu quotanya hanya 1 persen, selebihnya yang nyaris mendominasi sampai 99 persen adalah respon kita kepada masalah itu. Kuncinya adalah Ikhlas.
Karena ikhlas memang bukan merupakan hal baru atau sesuatu yang sulit. Ikhlas sudah menjadi fitrah manusia, bahkan semua bayi terlahir dengan ketrampilan ikhlas seperti Menangis pasrah. Namun begitu bertumbuhnya kita membuat balutan hasrat diri ego dan kepentingan duniawi terlalu lebih tebal dari pada kehanifan yang sejati di diri manusia. Banyak dari kita termasuk saya yang masih enggan menerima bahwa hati yang lembut dan ikhlas memiliki kekuatan yang lebih besar daripada pikiran yang ngotot.
Era modern menuntut orang untuk memiliki daya saing yang tinggi untuk memenangkan kompetisi. Padahal aplikasi sikap ikhlas justru membuat orang secara alami lebih powerful. Ini terjadi karena ketika seseorang ikhlas berserah diri sesungguhnya ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaannya dengan kehendak Ilahi yang menghasilkan kolaborasi niat yang luar biasa pada level kuantum di zona Ikhlas.
Maka berlatihlah terus untuk menempatkan keikhlasan itu pada tempat yang sangat esensi, saat itu terjadi kemudahan dari TUHAN yang berupa keajaiban sering kali hadir dengan sendirinya. Seolah Otomatis.
ikhlas berserah
Karena ikhlas memang bukan merupakan hal baru atau sesuatu yang sulit. Ikhlas sudah menjadi fitrah manusia, bahkan semua bayi terlahir dengan ketrampilan ikhlas seperti Menangis pasrah. Namun begitu bertumbuhnya kita membuat balutan hasrat diri ego dan kepentingan duniawi terlalu lebih tebal dari pada kehanifan yang sejati di diri manusia. Banyak dari kita termasuk saya yang masih enggan menerima bahwa hati yang lembut dan ikhlas memiliki kekuatan yang lebih besar daripada pikiran yang ngotot.
Era modern menuntut orang untuk memiliki daya saing yang tinggi untuk memenangkan kompetisi. Padahal aplikasi sikap ikhlas justru membuat orang secara alami lebih powerful. Ini terjadi karena ketika seseorang ikhlas berserah diri sesungguhnya ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaannya dengan kehendak Ilahi yang menghasilkan kolaborasi niat yang luar biasa pada level kuantum di zona Ikhlas.
Maka berlatihlah terus untuk menempatkan keikhlasan itu pada tempat yang sangat esensi, saat itu terjadi kemudahan dari TUHAN yang berupa keajaiban sering kali hadir dengan sendirinya. Seolah Otomatis.
ikhlas berserah
Senin, 19 Agustus 2013
FOKUS PADA KEBAIKAN
40 Tahun usiaku di 25 Mei lalu.... Banyak sudah perjalanan hidupku yang mewarnai jurus-jurus bagaimana aku harus merespon dari setiap kejadian yang menghampiriku.
Up and down sering menghiasi perasaanku jika ada suara dunia luar yang tidak aku inginkan, semua termanagement dengan teratur seperti not balok yang tersusun dalam sebuah melody
Yang terjadi banyak orang sibuk menilai kealphaan orang lain, bahkan demen banget mengulik kekurangan orang lain, yang lebih fatal menjastifikasi orang lain dengan stempel yang maha ekstrim sehingga tidak terlihat celah kebaikan sedikitpun bagi siapa saja yang mengecewakan. Refleksi yang bisa aku ambil sarinya adalah jangan pernah secuilpun terlintas bergantung atau berharap sesuatu kepeda seseorang atau Pribadi sebab ujungnya akan mengecewakan bahkan mungkin menyakitkan.
Rasanya melega sekarang ini, aku berjalan selalu dalam ijin dan ridho suamiku, sehingga semuanya damai dan aku tidak pusing dengan pendapat orang lain yang tidak perlu tahu sesungguhnya siapa diriku, jadi melenggang saja langkahku tanpa beban akan gila pujian dan penghormatan dari orang lain, asal kita tidak pernah menyakiti siapapun, bahkan ku merasakan mereka yang keliru menilaiku menjadi benggala buat aku untuk terus mengaca diri dan berbenah..... hasilnya ringan banget langkahku......bersyukur adalah dengan memaksimalkan peran dan tanggung jawabku sebagai Istri dan ibu bagi anak-anakku, serta bagian dari masyarakat sosial dilingkungan tempat tinggal serta tempat bersosialisasiku.
Terimakasih Ya Robb.... atas segala anugrah yang Engkau berikan .... sebuah keluarga yang sakinah mawadah wa rrohmah, suami yang sholeh, putra putri yang sehat wal afiyat dan soleh solekhah... tempat tinggal yang nyaman dan adem..... jiwa yang sehat dan kuat serta kemampuan yang luar biasa....Mohon Berkahi kami selalu.....dan Jaga Mbah Ibu & Mbah uti kami.....Amin..Ya Robbal Alamin.....
Up and down sering menghiasi perasaanku jika ada suara dunia luar yang tidak aku inginkan, semua termanagement dengan teratur seperti not balok yang tersusun dalam sebuah melody
Yang terjadi banyak orang sibuk menilai kealphaan orang lain, bahkan demen banget mengulik kekurangan orang lain, yang lebih fatal menjastifikasi orang lain dengan stempel yang maha ekstrim sehingga tidak terlihat celah kebaikan sedikitpun bagi siapa saja yang mengecewakan. Refleksi yang bisa aku ambil sarinya adalah jangan pernah secuilpun terlintas bergantung atau berharap sesuatu kepeda seseorang atau Pribadi sebab ujungnya akan mengecewakan bahkan mungkin menyakitkan.
Rasanya melega sekarang ini, aku berjalan selalu dalam ijin dan ridho suamiku, sehingga semuanya damai dan aku tidak pusing dengan pendapat orang lain yang tidak perlu tahu sesungguhnya siapa diriku, jadi melenggang saja langkahku tanpa beban akan gila pujian dan penghormatan dari orang lain, asal kita tidak pernah menyakiti siapapun, bahkan ku merasakan mereka yang keliru menilaiku menjadi benggala buat aku untuk terus mengaca diri dan berbenah..... hasilnya ringan banget langkahku......bersyukur adalah dengan memaksimalkan peran dan tanggung jawabku sebagai Istri dan ibu bagi anak-anakku, serta bagian dari masyarakat sosial dilingkungan tempat tinggal serta tempat bersosialisasiku.
Terimakasih Ya Robb.... atas segala anugrah yang Engkau berikan .... sebuah keluarga yang sakinah mawadah wa rrohmah, suami yang sholeh, putra putri yang sehat wal afiyat dan soleh solekhah... tempat tinggal yang nyaman dan adem..... jiwa yang sehat dan kuat serta kemampuan yang luar biasa....Mohon Berkahi kami selalu.....dan Jaga Mbah Ibu & Mbah uti kami.....Amin..Ya Robbal Alamin.....
Kamis, 15 Agustus 2013
ME-NUA ( MENJADI TUA ) ITU PASTI
15 Agustus adalah hari Ulang tahun putriku ( Nabilahusna Nurul Imani ) dan tahun ini berjajar dengan moment lebaran, sehingga bu de, pak de dan omnya harus menambah angpao untuknya dengan amplop yang dowble ( satu lebaran dan satunya untuk kado Ulang tahun ).
Lebaran hari ke- Lima Lebaran anak-anak sudah mulai menghitung pendapatan Angpaonya dan juga mencatat keperluan apa yang dibutuhkan untuk mereka beli, Alhasil jumlah uangnya adik lebih banyak dari kakak. Dengan bijak anak lelakiku bilang " Ini rejekiku, berapapun harus di syukuri yang penting aku bisa beli sepatu sport untuk jogging persiapan pertandingan " WUSHU " akhir tahun ini .
Sontak dengan reflek saya menimpali " Alhamdulillah ..... ternyata mama sudah tua ya nak, melihat kalian seperti ini" .. anak lelakiku juga bilang " aku juga merasa sudah besar jika lihat mama yang terlihat semakin pendek dari dadaku "
hahahahahaa...... hangatnya..... Selamat Ulang Tahun Putriku, sehat selalu....semoga barokah, tambah pintar dan solekhah... Amin...Amin....Ya Robbal Alamin.....
Lebaran hari ke- Lima Lebaran anak-anak sudah mulai menghitung pendapatan Angpaonya dan juga mencatat keperluan apa yang dibutuhkan untuk mereka beli, Alhasil jumlah uangnya adik lebih banyak dari kakak. Dengan bijak anak lelakiku bilang " Ini rejekiku, berapapun harus di syukuri yang penting aku bisa beli sepatu sport untuk jogging persiapan pertandingan " WUSHU " akhir tahun ini .
Sontak dengan reflek saya menimpali " Alhamdulillah ..... ternyata mama sudah tua ya nak, melihat kalian seperti ini" .. anak lelakiku juga bilang " aku juga merasa sudah besar jika lihat mama yang terlihat semakin pendek dari dadaku "
hahahahahaa...... hangatnya..... Selamat Ulang Tahun Putriku, sehat selalu....semoga barokah, tambah pintar dan solekhah... Amin...Amin....Ya Robbal Alamin.....
TAFSIR PERISTIWA UNTUK MEMBAIKKAN DIRI
Assalamualaikum Wr.Wb... Libur nge-blog selama hari Raya , kangen juga rasanya.....
Saban waktu setiap hela nafas " Syukur " selalu terucap karena anugrah-Nya. Namun kadang ada gelisah menyelimuti hati, dan mengapa kebanyakan dari kita mendefinisikan masalah berupa kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi.
Kegelisahan terlahir akibat tidak adanya keseimbangan antara harapan dari hati, pikiran dan kenyataan. Adanya permasalahan hidup manusia muncul kepermukaan lebih disebabkan oleh hanya semata-mata dipersepsikan pada logika berpikir yang sempit. Itulah yang akhirnya membungkus kita dalam bingkai langkah yang tak terayun, stag ...... ( ternyata itu hanya nyanyian hati yang sedang memainkan irama rock and roll sedang kita pengennya musiknya yang mellow.... jadi nggak gue banget.... )
JANGAN BURU-BURU membuat tafsir segala peristiwa yang menghampiri hidup ini begitu nasehatku pada diriku sendiri , Jika galau menghampiri maka teruslah belajar untuk mendapatkan ilmu yang benar, Lalu yakinlah kepada Allah Swt. kuasai diri dengan sebaik-baiknya, Dan sempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan pertolongan-Nya.
Saban waktu setiap hela nafas " Syukur " selalu terucap karena anugrah-Nya. Namun kadang ada gelisah menyelimuti hati, dan mengapa kebanyakan dari kita mendefinisikan masalah berupa kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi.
Kegelisahan terlahir akibat tidak adanya keseimbangan antara harapan dari hati, pikiran dan kenyataan. Adanya permasalahan hidup manusia muncul kepermukaan lebih disebabkan oleh hanya semata-mata dipersepsikan pada logika berpikir yang sempit. Itulah yang akhirnya membungkus kita dalam bingkai langkah yang tak terayun, stag ...... ( ternyata itu hanya nyanyian hati yang sedang memainkan irama rock and roll sedang kita pengennya musiknya yang mellow.... jadi nggak gue banget.... )
JANGAN BURU-BURU membuat tafsir segala peristiwa yang menghampiri hidup ini begitu nasehatku pada diriku sendiri , Jika galau menghampiri maka teruslah belajar untuk mendapatkan ilmu yang benar, Lalu yakinlah kepada Allah Swt. kuasai diri dengan sebaik-baiknya, Dan sempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan pertolongan-Nya.
Jumat, 02 Agustus 2013
ART ( Anggarana Rumah Tangga ) itu Penting disusun
Dalam
kehidupan berumah tangga, mengelola keuangan keluarga merupakan salah
satu hal yang harus dilakukan. Namun kadang justru sebagian keluarga menganggap bahwa mengelola keuangan itu merupakan hal yang rumit jadi tidak perlu dilakukan. Sehingga dirasakan pendapatan selalu terbatas sedangkan
kebutuhan selalu tanpa batas. Untuk mengatasinya, berikut beberapa tips
mengelola keuangan keluarga:
Selamat menyusun rencana keuangan keluarga Anda
- Penuhi seluruh kebutuhan Anda.
Kebutuhan yang dimaksud di sini tentu saja kebutuhan vital untuk jangka panjang. Penting di pertimbangkan soal asuransi, pendidikan anak hingga Masa tua kita. - Berbelanja dengan bijak.
Berbelanjalah hanya sebatas penghasilan anda. Hati-hati membuka fasilitas kredit yang justru akan mendatangkan masalah bagi keuangan bahkan kehidupan keluarga. - Berinvestasi.
Lakukan perencanaan keuangan keluarga dengan menyisihkan sebagian penghasilan Anda untuk berinvestasi. - Rajin membuat budget.
Menabung untuk hari tua, kira-kira itulah prinsip dari pengelolaan keuangan keluarga. Dari biaya pendidikan, dana pensiun hingga kebutuhan sehari-hari, semua harus masuk dalam perencanaan budget. Termasuk juga budget untuk hal tak terduga ( menjaga hubungan sosial dan Refresing ). - Berikan pemahaman keuangan untuk seluruh anggota keluarga.
Walau banyak anggapan bahwa persoalan keuangan merupakan suatu hal yang tabu, pemikiran ini harus diubah, karena pengelolaan keuangan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Selalu libatkan anggota keluarga dalam perencanaannya. Ajarkan tentang pentingnya menabung kepada anak. Ini akan membantu mereka untuk memahami pengelolaan keuangan sejak dini.
Selamat menyusun rencana keuangan keluarga Anda
KESADARAN ATAS DIRI UNTUK BERNILAI
Perjalanan yang panjang dalam proses hidupku, banyak waktu yang terbuang karena sibuk dengan urusan yang bukan hakku. Akibatnya peran yang se-sungguhnya untuk diriku tidak terjemahkan dengan baik apalagi bisa terjalankan, Alhasil Mubadzir. Dan kesadaran atas hal itu membuatku bersyukur, kubangkit dan menata kembali puzzle yang tercecer tak berarturan ke posisi yang proporsional.
Fluktuasi situasi ini harus aku bayar dengan konsekuensi yang cukup bernilai buatku. needs, want, dan expectationku dengan berbagai kompleksitasnya bak “black box” yang sulit diurai. Dan itu semua tidak tegas ku kontrol sehingga outputnya berpengaruh pada perilaku.
Ternyata untuk memahami dan menyelami seluk-beluk kondisi psikografis dan perilaku diriku ini masih harus banyak belajar dan menumbuhkan kesadaran yang tinggi. Komitmen itu menjadi elemen penting untuk membuka kunci " SUKSES YANG SEJATI " .
"The Diamond Model of My Life”Kuncinya " Bersyukur "
Fluktuasi situasi ini harus aku bayar dengan konsekuensi yang cukup bernilai buatku. needs, want, dan expectationku dengan berbagai kompleksitasnya bak “black box” yang sulit diurai. Dan itu semua tidak tegas ku kontrol sehingga outputnya berpengaruh pada perilaku.
Ternyata untuk memahami dan menyelami seluk-beluk kondisi psikografis dan perilaku diriku ini masih harus banyak belajar dan menumbuhkan kesadaran yang tinggi. Komitmen itu menjadi elemen penting untuk membuka kunci " SUKSES YANG SEJATI " .
"The Diamond Model of My Life”Kuncinya " Bersyukur "
" MUDIK " Sudah tradisi........
Tradisi Pulkam ( pulang kampung ) alias mudik menjadi cerita tahunan setiap lebaran iddul fitri tiba. Semua pribadi yang sudah bergeser dari kota tempat lahirnya selalu di sibukkan untuk "MUDIK" seakan menggugurkan sunah muakad.
Kami sekeluarga juga terkena imbas eforia lebaran. Padahal paling tidak 2 minggu sekali kami pulang ke Jepara dan Pekalongan untuk bersilaturahmi dengan Ibu kami yang sekarang sendiri sejak Bapak meninggal dunia 2 tahun lalu, mustinya tidak begitu heboh ketika MUDIK. Kenyataannya adalah Persiapan pulang ke Jepara dan Pekalongan jelang Lebaran menyamai perantau-perantau yang nun jauh dari kampungnya.
H-7 kami sudah sibuk menyiapkan travelling bag, bersiap-siap untuk packing untuk menghindari ada yang kelupaan. Belum lagi anak-anak juga heboh membawa baju ganti++ selevel liburan dengan durasi waktu yang lama dan jarak yang sangat jauh.........
Segala rupa yang biasanya tak terpikir untuk di cangking ketika pulang kampung lebaran atau mudik, dibawa juga. Sudah membayang bagasi pasti komplit dan penuh.
Jadi tidak heran jika pantauan arus mudik dibeberapa media sangat menyentuh .... penuh resiko dan pertaruhan....
Selamat jalan saudara bagi anda yang akan mudik, hati-hati, Waspada dan berdo'a salam buat keluarga di kampung..........
Kami sekeluarga juga terkena imbas eforia lebaran. Padahal paling tidak 2 minggu sekali kami pulang ke Jepara dan Pekalongan untuk bersilaturahmi dengan Ibu kami yang sekarang sendiri sejak Bapak meninggal dunia 2 tahun lalu, mustinya tidak begitu heboh ketika MUDIK. Kenyataannya adalah Persiapan pulang ke Jepara dan Pekalongan jelang Lebaran menyamai perantau-perantau yang nun jauh dari kampungnya.
H-7 kami sudah sibuk menyiapkan travelling bag, bersiap-siap untuk packing untuk menghindari ada yang kelupaan. Belum lagi anak-anak juga heboh membawa baju ganti++ selevel liburan dengan durasi waktu yang lama dan jarak yang sangat jauh.........
Segala rupa yang biasanya tak terpikir untuk di cangking ketika pulang kampung lebaran atau mudik, dibawa juga. Sudah membayang bagasi pasti komplit dan penuh.
Jadi tidak heran jika pantauan arus mudik dibeberapa media sangat menyentuh .... penuh resiko dan pertaruhan....
Selamat jalan saudara bagi anda yang akan mudik, hati-hati, Waspada dan berdo'a salam buat keluarga di kampung..........
Langganan:
Postingan (Atom)