Selasa, 30 Juli 2013

NOKTAH - 2

Luka fisiknya tidak sebanding dengan perih hatinya.... karena di depan mata, ketiga buah hatinya di ambil dengan paksa oleh mantan suami dan istri barunya yang usianya jauh lebih tua dari mantan suaminya, bahkan anak-anaknya di ancam untuk tidak menemui ibunya.......... 

Prahara hidupnya menganga sejak saat itu. Dengan usia kandungan yang semakin bertumbuh..... perang batinpun terjadi karena pihak keluarganya memberi solusi yang berat untuk dijalankan. " Gugurkan kandunganmu " : perintah kakak perempuan yang selama ini merawat dan membesarkannya. Disisi lain suaminya sudah betul-betul lepas tangan. Untuk meneruskan hidupnya dengan terpaksa perempuan paruh baya itu bekerja di sebuah bar ( membuat billing dan mengantarkan minuman ). Cerita singkat bayi laki-laki yang tampan di adopsi oleh bos bar tempatnya bekerja. Sambil menyapu air mata yang menetes satu demi satu akhirnya tak terbendung deraian lembut air mata ibu membasahi sapu tangannya.

Anak itu sekarang sebesar kakak ( anakku yang pertama ). Dengan Lirih perempuan hebat itu bilang sekarang hanya rasa syukur yang selalu ia panjatkan, karena anak-anaknya selalu berada di dekatnya walaupun tak selalu bersama, bahkan si anak terakhirnya pun sering mengunjunginya. 

IBU ...... kasihmu sepanjang Masa......

Kamis, 25 Juli 2013

NOKTAH KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

Kisah nyata yang di alami oleh seorang perempuan paruh baya yang tidak jauh dari rumahku, kisahnya sungguh memilukan. Sosoknya yang sehat dan gempal menggambarkan wanita yang kuat dan nerimo ing pandum. Tapi ternyata dibalik keteguhan perempuan yang di karuniai 4 orang anak ini menyimpan memory perjalanan hidup yang amat pelik.

Pernikahan yang diidamkan untuk mendapatkan pria yang mampu mengayomi dan menjaganya, layaknya seorang ayah memberi kasih dan tanggung jawab, ternyata musti kandas di hempas badai yang tidak mampu dia tolak lagi. kisah deritanya dimulai 18 tahun lalu setelah sang suami yang di sangat di cintai tiba-tiba berubah kasar, memukul, menendang, memaki segala rupa KDR menimpanya. 

Dengan mata buta, hati berselimut kabut perselingkuhan dengan WIL yang tidak lain adalah tetangganya, membuat perempuan itu luluh pasrah dalam keadaan hamil 2 bulan bersedia untuk di cerai karena di ancam dengan parang bahkan janin yang ada dalam kandunganpun tak di akui oleh bapaknya. 

Luka fisiknya tidak sebanding dengan perih hatinya, karena di depan mata ketiga buah hatinya di ambil dengan paksa oleh mantan suami dan istri barunya yang usianya jauh lebih tua dari mantan suaminya, bahkan anak-anaknya di ancam untuk tidak menemui ibunya.......... ( bersambung )