Senin, 29 Juni 2015

TANGIS ANAKKU MENYAYAT PERIH

Tahun 2015 adalah tahun yang menjadi kami prihatin level total karena anak lelakiku selesai SMA dan masuk ke Perguruan tinggi, dan anak perempuanku lulus SMP masuk SMA. Tahapan Ujian dan tahapan masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi mengelus dadaku, mereka berdua jauh dari keluarga besar, sementara kesibukanku dan suamiku kadang memaksa mereka untuk melakukan semuanya sendiri alias mandiri.

Pada tahapan yang sulit ketika harus bersaing masuk, kami hanya mampu memotivasi dan berdo'a saja. kami paham betul bagaimana ketika kakak berusaha masuk seleksi di AKPOL tahapan satu LOLOS tahapan kedua LOLOS Alhamdulillah begitu Tahapan ke Tiga tersandung tidak lolos padahal kakak berangkat abis sholat subuh, begitu pulang dari Masjid langsung siap-siap dan membawa bekal, karena akan sampai jam sebelas lebih malam hari. saat itu, ku buka pintu dan wajah sendu anakku dengan langkah gontai, kakak bilang aku capek ma.....jawabku bersih-bersih bentar nak langsung istirahat "boboklah". mereka sudah kami bekali dengan mental "SIAP" ada 3 SIAP yang harus di pahami : SIAP bersaing harus sportif, SIAP di terima tetap rendah hati jangan sombong dan SIAP tidak diterima berarti harus LEGOWO dan ada pilihan yang lain.

Keesokan harinya ketika kami selesai sarapan , saya tanyakan gimana hasilnya kak ( biasanya kalau anak lelakiku tidak laporan , berarti ada yang berat untuk di omongkan ) aku bertanya lolos kak ? dengan nada yang meyakinkan, kakak hanya menggeleng dan berucap lirih "gagal". dan kakak menghela nafas, ma gagal itu kan biasa kalau tidak menemukan kata sukses. bersyukurnya aku , kakak sudah cepat mengubah tombol kecewa dengan rasa optimis masih ada pilihan lain, walaupun sesungguhnya saya menangis melihat saat malam itu kakak datang.

Kini saat PPD SMA , hatikupun perih ketika anak perempuanku gagal masuk di SMA yang dia harapkan, apalagi hanya selisih angka koma di belakangnya. anakku menangis dan sedih banget.
smoga yang terbaik untuk mereka berdua di siapkan oleh ALLAH, dan menjadikan kedua nya anak-anak yang soleh solekhah dan hebat dunia akhirat...AMIIN.....

Minggu, 28 Juni 2015

MENULIS ITU SO SWEET

Hai.... selamat siang sedhulur, kalau di runut ternyata saya punya banyak hobi dari semua indra yang di anugrahkan ALLAH kepada saya. Saya hobi membaca karena tuntutan rasa ingin tahu, saya suka mendengar karena itu akan menambah wawasan, saya seneng banget ketemu orang karena dalam setiap pertemuan itu ada sesuatu yang baru dan beda karena mahluk Tuhan yang namanya manusia itu uniq, dan satu lagi indra perasaan yang selalu menyulut untuk di tuangkan dalam tulisan membuat saya nyaman.

Apapun yang dirasakan bisa di tuangkan dalam sebuah tulisan dengan bahasa yang lebih elok dan santun. Salah satu yantra atau alat yang efektive ketika kecewa dan marah cukup ditulis saja jadi bisa terlampiaskan dengan sweet. Sebelum di publikasikan di baca kembali untuk kita edit beberapa kata atau kalimatnya agar tetap terjaga etikanya. Nah bisa juga lho dengan hobi menulis menjadi salah satu sarana pengendapan diri agar emosi bisa lebih termanag dengan apik.

Hanya butuh komitmen agar istiqomah untuk terus menulis agar apa yang menjadi goal agar dalam memanag emosi bisa tercapai.