Kamis, 25 Juli 2013

NOKTAH KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

Kisah nyata yang di alami oleh seorang perempuan paruh baya yang tidak jauh dari rumahku, kisahnya sungguh memilukan. Sosoknya yang sehat dan gempal menggambarkan wanita yang kuat dan nerimo ing pandum. Tapi ternyata dibalik keteguhan perempuan yang di karuniai 4 orang anak ini menyimpan memory perjalanan hidup yang amat pelik.

Pernikahan yang diidamkan untuk mendapatkan pria yang mampu mengayomi dan menjaganya, layaknya seorang ayah memberi kasih dan tanggung jawab, ternyata musti kandas di hempas badai yang tidak mampu dia tolak lagi. kisah deritanya dimulai 18 tahun lalu setelah sang suami yang di sangat di cintai tiba-tiba berubah kasar, memukul, menendang, memaki segala rupa KDR menimpanya. 

Dengan mata buta, hati berselimut kabut perselingkuhan dengan WIL yang tidak lain adalah tetangganya, membuat perempuan itu luluh pasrah dalam keadaan hamil 2 bulan bersedia untuk di cerai karena di ancam dengan parang bahkan janin yang ada dalam kandunganpun tak di akui oleh bapaknya. 

Luka fisiknya tidak sebanding dengan perih hatinya, karena di depan mata ketiga buah hatinya di ambil dengan paksa oleh mantan suami dan istri barunya yang usianya jauh lebih tua dari mantan suaminya, bahkan anak-anaknya di ancam untuk tidak menemui ibunya.......... ( bersambung )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar