Ternyata untuk menjadi lebih baik itu, tidak semuanya bisa kita atasi dengan diri kita sendiri dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Soal PIN ATM yang ke-Blokir memang harus ngurus ke Bank yang bersangkutan, masalahnya jumlah nasabah yang dilayani sangat banyak yang akhirnya membuatku mau tidak mau harus tetep menunggu. Antrian tidak panjang tapi karena di lini customer service itulah yang membuat sumbu sabarku harus memanjang. Tidak cukup sampai memanjang kesabaranku, setelah di layani ternyata harus report ke pusat, maka ditawarkan opsi kepadaku ditunggu sekitar 15 sampai 20 menit atau di tinggal ? karena asumsi hanya waktu segitu, aku memutuskan untuk tetap menunggu sambil baca koran, satu oplah koran habis kubaca sampai halaman iklan. Kucoba tanyakan lagi sama mbak-mbak yang sedang bertugas di meja customer service bagaimana mbak ? Jawabnya sebentar Ibu, saya tanyakan lagi ke pusat, mohon ditunggu. Menunggu 5 menit tambah lagi menjadi 10 menit dan akhirnya 30 menit, ku bilang saja dengan sabar : Mbak masih lamakah ? bagaimana kalo saya nanti dihubungi saja kalo sudah beres. Jawab mbak customer service nya : Iya bu, nanti sore saya hubungi Ibu di nomor ini ya ( sambil menunjuk dataku di Bank tersebut ). Sepakat aku kembali melanjutkan aktivitas dan kutunggu sampai jam 3 sore waktunya mereka sudah selesai ngantor, nggak ada satupun dari bank tersebut yang telphon HP ku.
Oh Ternyata, menunggu untuk sesuatu yang lebih baik saja tidak cukup, aku harus terus melakukan sesuatu untuk mengurus ATMku yang ke-Blokir .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar